Membeli karena rasa “suka”

Diawal saya menjadi investor, saya menyaksikan beberapa investor yang kebetulan bekerja di Bank BRI. Hampir semua investor tersebut membeli saham BRI. Padahal pada waktu itu pemimpin pasar adalah sektor pertambangan. Ada rasa “suka” terhadap saham yang mereka beli karena kebetulan mereka bekerja di perusahaan yang sahamnya mereka beli. Menurut saya, pembelian semacam ini tidak obyektif. Yang anda cari adalah saham-saham yang akan memberikan keuntungan besar buat anda. Meskipun saham BRI yang mereka beli saat itu dalam beberapa bulan harganya naik, namun pemimpin pasar pada saat itu yaitu sektor tambang naik jauh berlipat-lipat meninggalkan kenaikan harga BRI.

Membeli karena rasa “suka” was last modified: Desember 4th, 2010 by Edison Sutan Kayo