Apa penyebab harga saham naik atau turun ?

Apa penyebab harga saham naik atau turun ?

Apa penyebab harga saham naik atau turun ? Kenapa harga saham bagus juga terkadang turun, sedangkan harga saham yang buruk juga terkadang naik? Berikut faktor-faktor dan kondisi yang menyebabkan harga saham naik dan turun.

1. Faktor “Butuh Uang”

Keadaan tertentu dapat menyebabkan seseorang membutuhkan uang kas yang lebih besar (bahkan sangat besar) dari kondisi normalnya sehari-hari. Anak yang mau kuliah. Salah satu anggota keluarga sakit parah dan harus dioperasi. Mendapat bencana alam sehingga rumah, mobil dan barang lainnya rusak. Dalam kondisi seperti ini, seseorang akan berusaha men-uangkan atau meng-cashkan barang-barang miliknya yang berharga. Dan jika yang dimiliki salah satu nya adalah saham, maka dia akan berusaha meng-uangkan sahamnya (menjual sahamnya).

Dalam ilmu ekonomi yang sangat dasar berlaku hukum permintaan dan penawaran ( supply and demand ).

Jika pada suatu waktu banyak pemilik saham XYZ sedang “butuh uang” maka akan ada tekanan jual yang lebih besar pada harga saham XYZ sehingga harga akan turun. Penyebab harga saham naik atau turun oleh karena faktor ini umumnya hanya sementara dan akan pulih dalam beberapa hari.

2. Faktor Panik

Berita-berita tertentu dapat memicu kepanikan di salah satu bursa atau salah satu saham. Kepanikan ini akan menuntun investor untuk melepas ( menjual ) sahamnya. Kembali pada hukum permintaan dan penawaran. Kondisi ini akan menyebabkan tekanan jual, sehingga harga saham akan turun. 

Fluktuasi-Harga-Saham-Tren-Turun-Bearish. Apa penyebab harga saham naik atau turun ?

Fluktuasi-Harga-Saham-Tren-Turun-Bearish

Ada contoh kasus mengenai kejadian ini.

Di tahun 2006 ada berita bahwa salah satu saluran pipa milik Perusahaan Gas Negara meledak akibat lumpur Lapindo. Berita meledaknya pipa gas tersebut memang benar.

Investor yang memegang atau memiliki saham Perusahaan Gas Negara ( kode saham PGAS ) langsung panik dan bereaksi dengan beramai-ramai menjual sahamnya. Harga saham PGAS langsung terjun bebas pada suatu hari itu. Namun sehari kemudian harga saham berbalik naik dan recovery. Mungkin setelah investor mengkalkulasi bahwa ledakan disalah satu pipa gas tersebut tidak terlalu berdampak besar bagi keseluruhan bisnis Perusahaan Gas Negara.

3. Faktor Fundamental Makro

Ada beberap faktor fundamental makro yang berdampak langsung pada naik turun nya harga saham. Berikut faktor yang utama :

  1. Dinaikkan atau diturunkannya suku bunga oleh bank sentral Amerika ( FED – Federal Reserve )
  2. Dinaikkan atau diturunkannya suku bunga oleh Bank Indonesia.
  3. Besar kecilnya nilai ekspor-impor yang berakibat pada nilai tukar Rupiah terhadap Dollar.

4. Faktor Fundamental Perusahaan

Faktor fundamental perusahaan adalah faktor utama penyebab harga saham naik atau turun yang harus selalu dicermati dalam berinvestasi saham. Saham dari perusahaan yang memiliki fundamental baik akan menyebabkan tren harga sahamnya naik. Sedangkan saham dari perusahaan yang memiliki fundamental buruh akan menyebabkan tren harga sahamnya turun.

Fluktuasi-Harga-Saham-Tren-Naik-Bullish. Apa penyebab harga saham naik atau turun ?

Fluktuasi-Harga-Saham-Tren-Naik-Bullish

Lebih lanjut tentang bagaiman menganalisa fundamental perusahaan dapat dibaca :

► Analisa Fundamental teoritis dan praktis

5. Faktor Manipulasi Pasar

Penyebab harga saham naik atau turun juga bisa disebabkan karena dimanipulasi pasar. Seorang investor dengan “peluru banyak” mungkin saja memanipulasi melalui pemberitaan di media dengan harapan harga saham tertekan turun, atau harga saham merangkak naik. Ini juga sering disebut dengan istilah rumor. Namun penyebab oleh karena faktor manipulasi pasar tidak akan bertahan lama. Fundamental perusahaan yang tercermin di laporan keuangan akan mengambil kendali terhadap tren harga sahamnya.