Sektor BEI

Sektor BEI. Semua perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia atau BEI (dulu BEJ=Bursa Efek Jakarta) diklasifikasikan ke dalam 9 sektor BEI yang didasarkan pada klasifikasi industri yang ditetapkan oleh NEJ yang disebut JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification).

Kesembilan sektor BEI tersebut adalah:

A. Sektor Utama (Industri Penghasil Bahan Baku)

1. Sektor Pertanian

1.1. Sub sektor Tanaman Pangan
1.2. Sub sektor Perkebunan
1.3. Sub sektor Peternakan
1.4. Sub sektor Perikanan
1.5. Sub sektor Kehutanan
1.9. Sub sektor Lainnya

2. Sektor Pertambangan

2.1. Sub sektor Pertambangan Batubara
2.2. Sub sektor Pertambangan Minyak & Gas Bumi
2.3. Sub sektor Pertambangan Logam dan Mineral lainnya
2.4. Sub sektor Pertambangan Batu-batuan
2.9. Sub sektor Pertambangan Lainnya

B. Sektor Kedua (Industri Pengolahan atau Manufaktur)

3. Sektor Industri Dasar dan Kimia

3.1 Sub sektor Semen
3.2 Sub sektor Keramik, Porselen & Kaca
3.3 Sub sektor Logam & Sejenisnya
3.4 Sub sektor Kimia
3.5 Sub sektor Plastik & Kemasan
3.6 Sub sektor Pakan Ternak
3.7 Sub sektor Kayu & Pengolahannya
3.8 Sub sektor Pulp & Kertas
3.9 Sub sektor lainnya

4. Sektor Aneka Industri

4.1 Sub sektor Mesin & Alat Berat
4.2 Sub sektor Otomotif & Komponennya
4.3 Sub sektor Tekstil & Garmen
4.4 Sub sektor Alas Kaki
4.5 Sub sektor Kabel
4.6 Sub sektor Elektronika
4.9 Sub sektor Lainnya

5. Sektor Industri Barang Konsumsi

5.1 Sub sektor Makanan & Minuman
5.2 Sub sektor Rokok
5.3 Sub sektor Farmasi
5.4 Sub sektor Kosmetik & Barang Keperluan Rumah Tangga
5.5 Sub sektor Peralatan Rumah Tangga
5.9 Sub sektor lainnya

C. Sektor Ketiga (Industri Jasa)

6. Sektor Properti dan Real Estat

6.1 Sub sektor Properti & Real Estate
6.2 Sub sektor Konstruksi Bangunan
6.9 Sub sektor Lainnya

7. Sektor Infrastruktur, utilitas & transportasi

7.1 Sub sektor Energi
7.2 Sub sektor Jalan Tol, Pelabuhan, Bandara & Sejenisnya
7.3 Sub sektor Telekomunikasi
7.4 Sub sektor Transportasi
7.5 Sub sektor Konstruksi Non Bangunan
7.9 Sub sektor lainnya

8. Sektor Keuangan

8.1 Sub sektor Bank
8.2 Sub sektor Lembaga Pembiayaan
8.3 Sub sektor Perusahaan Efek
8.4 Sub sektor Asuransi
8.9 Sub sektor Lainnya

9. Sektor Perdagangan, Jasa dan Investasi

9.1 Sub sektor Perdagangan Besar Barang Produksi
9.2 ………………………………………
9.3 Sub sektor Perdagangan Eceran
9.4 Sub sektor Restoran, Hotel & Pariwisata
9.5 Sub sektor Advertising, Printing & Media
9.6 Sub sektor Kesehatan
9.7 Sub sektor Jasa Komputer & Perangkatnya
9.8 Sub sektor Perusahaan Investasi
9.9 Sub sektor Lainnya

Indeks sektoral diperkenalkan pada tanggal 2 Janurai 1996 dengan nilai dasar 100 untuk setiap sektor dan menggunakan hari dasar 28 Desember 1995. Disamping kesembilan sektor BEI tersebut, BEJ menghitung indeks industri manufaktur atau pengolahan yang merepresentasikan kumpulan saham yang diklasifikasi kedalam sektor 3, sektor 4, dan sektor 5.