Pengertian saham bonus dan dividen saham

Berdasarkan peraturan BAPEPAM-LK nomor Kep-35/PM/2003 tanggal 30 September 2003 didefinisikan :

Saham Bonus adalah saham yang dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki.

Dividen Saham adalah bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk saham.

Berdasarkan  pengertian diatas maka Saham Bonus bisa berupa  :

  1. Dividen saham
  2. Non dividen saham

dengan kata lain, dividen saham pasti saham bonus tetapi saham bonus belum tentu dividen saham.

Lebih lanjut dalam peraturan tersebut dijelaskan :
Saham Bonus yang merupakan Dividen Saham, berasal dari kapitalisasi Saldo Laba.
Saham Bonus yang bukan merupakan Dividen Saham, berasal dari kapitalisasi:

  1. Agio Saham; dan atau
  2. unsur ekuitas lainnya.

Dampak pembagian saham bonus bagi keuangan perusahaan

Pembagian saham bonus tidak akan mengurangi kas perusahaan. Yang terjadi hanya perpindahan pos di dalam neraca.

Sebagai ilustrasi, misalkan perusahaan akan membagikan saham bonus ke pemegang saham sebesar 100 (milyar).

a. Pembagian saham bonus berupa dividen saham

Saham bonus – dividen saham
Sebelum pembagian Sesudah pembagian
Ekuitas
a. Agio saham 5.000 5.000
b. Laba ditahan 1.000 900
c. Modal 10.000 10.100
16.000 16.000

Pembagian saham bonus berupa dividen saham merubah laba ditahan dan modal, namun tidak merubah ekuitas.

b. Pembagian saham bonus yang tidak berupa dividen saham.

Saham bonus – non dividen saham
Sebelum pembagian Sesudah pembagian
Ekuitas
a. Agio saham 5.000 4.900
b. Laba ditahan 1.000 1.000
c. Modal 10.000 10.100
16.000 16.000

Pembagian saham bonus yang bukan dividen saham merubah agio dan modal, namun tidak merubah ekuitas.

Dampak pembagian saham bonus bagi investor

  • Pembagian saham bonus akan menambah jumlah saham beredar
  • Kepemilikan oleh tiap-tiap pemegang saham dari segi prosentase tidak berubah, hanya berubah dalam jumlah lembar yang dimiliki.
  • Nilai ekuitas tidak berubah sehingga kapitalisasi pasar juga tidak berubah. Namun karena jumlah saham yang beredar bertambah, maka harga saham akan terdilusi.  Ini mirip dengan apa yang terjadi dengan stock split.
  • Likuiditas di bursa akan lebih meningkat.

Peringatan

Investor perlu mewaspadai aksi pemberian saham bonus oleh perusahaan (manajemen).  Ini bisa menjadi aksi akal-akalan seolah-olah perusahaan memiliki kas yang baik. Aktifitas pembagian saham bonus oleh perusahaan sama sekali tidak menyebabkan kas perusahaan berubah.  Namun pembagian saham bonus bisa dipakai oleh pihak manajemen untuk menunjukkan seolah-olah perusahaan berkinerja baik.

Ilustrasi:

Misalkan perusahan di tahun-tahun sebelumnya untung sehingga memiliki saldo laba ditahan sebanyak 100 milyar (saldo dari laba tahun-tahun sebelumnya). Lalu di tahun terakhir perusahaan merugi 75 milyar, sehingga saldo laba ditahan tinggal 25 milyar. Perusahaan dapat saja membagikan dividen saham senilai 20 milyar (karena saldo laba ditahan ada 25 milyar) untuk mengelabui dan mengesankan bahwa perusahaan “sanggup” memberi dividen demi menutupi sesungguhnya perusahaan merugi ditahun terakhir atau dengan kata lain pihak manajemen berkinerja buruk dan menutupinya dengan membagi dividen saham.