Saham Syariah ( ISSI ) di BEI

Saham Syariah

Saham syariah mengacu kepada daftar saham pada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). 

  • ISSI merupakan indeks saham yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di BEI. 
  • Konstituen ISSI adalah keseluruhan saham syariah tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES)
  • Konstituen ISSI direview setiap 6 bulan sekali (Mei dan November) dan dipublikasikan pada awal bulan berikutnya.
  • Konstituen ISSI juga diperbaharui jika ada saham syariah yang baru tercatat atau dihapuskan dari DES. 

Metode perhitungan indeks ISSI menggunakan rata-rata tertimbang dari kapitalisasi pasar. Tahun dasar yang digunakan dalam perhitungan ISSI adalah awal penerbitan DES yaitu Desember 2007. Indeks ISSI iluncurkan pada tanggal 12 Mei 2011

► Beda saham syariah ISSI dengan JII

► Saham Syariah JII

► Online Trading Syariah

Kriteria Saham Syariah

A. Kriteria Saham Syariah

Kriteria pemilihan saham syariah didasarkan kepada 
Peraturan Bapepam & LK (sekarang menjadi OJK) No. II.K.1 tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efek syariah, pasal 1.b.7.

Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa Efek berupa saham, termasuk HMETD syariah dan Waran syariah, yang diterbitkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik yang tidak menyatakan bahwa kegiatan usaha serta cara pengelolaan usahanya dilakukan berdasarkan prinsip syariah, sepanjang Emiten atau Perusahaan Publik tersebut: 

a) Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam angka 1 huruf b Peraturan Nomor IX.A.13, yaitu:

Kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah antara lain:

  1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi ;
  2. Perdagangan yang dilarang menurut syariah, antara lain :
    1. perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa; dan
    2. perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu;
  3. Jasa keuangan ribawi, antara lain:
    1. bank berbasis bunga; dan
    2. perusahaan pembiayaan berbasis bunga;
  4. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian (gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional;
  5. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan antara lain:
    1. barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi);
    2. barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang
    3. ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau
  6. melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah)

b) Memenuhi rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

  1. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total assets tidak lebih dari 45% (empat puluh lima per seratus);
  2. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan usaha (revenue) dan pendapatan lain-lain tidak lebih dari 10% (sepuluh per seratus)

Perkembangan Saham Syariah

B. Tabel Perkembangan Saham Syariah

Jumlah saham syariah yang tercatat di BEI sejak DES periode pertama (30 November 2007) sampai dengan saat ini adalah sebagaimana tabel berikut:

Period Published Stocks New Listed ISSI
I 30 November 2007 172  –  –
II 30 Mei 2008 188  –  –
III 28 November 2008 193  –  –
IV 29 Mei 2009 185  –  –
V 30 November 2009 196  –  –
VI 27 Mei 2010 203  –  –
VII 29 November 2010  221  –  –
VIII 31 Mei 2011 225 7 220
IX 30 November 2011 250 3 238
X 24 Mei 2012 285 10 286
 XI 22 November2012  317 2 301
XII 24 Mei 2013 302 8 293
XIII 19 November 2013 328 9 319
XIV 20 Mei 2014 322  7 306
XV 21 November 2014 330 3 318
XVI 21 Mei 2015 328 4 317

Daftar Saham Syariah