Contoh Analisa Fundamental Saham

Contoh Analisa Fundamental Saham

Berikut contoh analisa fundamental saham antara saham bank BCA ( BBCA ) versus  saham bank BRI ( BBRI ) menggunakan metode CAN SLIM.

 Analisa fundamental saham BBCA vs BBRI

Pada contoh analisa fundamental saham ini, kita memerlukan data laporan keuangan dari masing-masing perusahaan.

Analisa Huruf C&A | CAN SLIM

Current quarter earning & Annual earning increase.
Laba di kuartal terakhir  & laba tahunan yang meningkat.

Laba yang dimaksud bukanlah laba bersih tetapi adalah laba per lembar saham (earning per share – EPS).  Berikut ringkasan laporan keuangan bank BCA dan BRI dalam 6 tahun terakhir (2007-2012).

EPS

1. EPS : earning per share (laba per lembar saham)

Dalam analisa fundamental saham, EPS merupakan faktor utama yang harus dilihat. Kita menggunakan EPS yang terdilusi untuk menghilangkan bias oleh aktifitas yang mengakibatkan jumlah saham beredar meningkat (seperti stock split, right issue, ESOP dan lainnya).

EPS (diluted)200720082009201020112012
AAAAAQ3A
 BBCA182234279348444339452
BBRI196243298467623549732
Peningkatan EPS
 BBCA 29%19%25%28%2%
BBRI 24%23%56%34%17%

A= Annualize (disetahunkan) ; Q3=3rd quater (hingga kuartal ke 3) Catatan:

  • BBCA stock split tanggal 28 Januari 2008 dengan rasion 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2007 harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS BCA tahun 2007 yang sebelumnya 364 menjadi 182.
  • BBRI stock split tanggal 11 Januari 2011 dengan rasio 1:2.  Konsekwensinya, EPS ditahun 2010 dan tahun sebelumnya harus dibagi 2 (terdilusi) sehingga EPS tahun 2009 yang sebelumnya 596 menjadi 298.  Begitu juga eps tahun sebelumnya (2008 & 2007).
  • EPS diatas dalam rupiah dan sudah dibulatkan ke desimal terdekat

Dalam 6 tahun terakhir secara nilai rupiah bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.   Dari segi peningkatan EPS, bank BRI juga mengalahkan bank BCA (kecuali di tahun 2008 BBRI sedikit lebih rendah dibanding BBCA).  Dalam kontek EPS, bank BRI mangalahkan bank BCA.

Penjualan

2. Pendapatan (penjualan)

Selanjutnya dalam analisa fundamental saham, Pendapatan adalah faktor kedua yang harus diperhatikan. Kita ingin mengetahui apakah laba yang diperoleh merupakan hasil dari penjualan ( produk dan atau jasa ) perusahaan. Bisa saja pendapatan diperoleh dari hasil penjualan aset perusahaan.

Berikut ringkasan pendapatan bunga bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Pendapatan200720082009201020112012
AAAAAQ3A
 BBCA16,319,322,920,724,119,926,5
BBRI23,228,135,344,648,240,754,3
Peningkatan pendapatan
 BBCA 18%19%-10%16%10%
BBRI 21%26%26%8%13%

Secara rupiah, pendapatan bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Dari segi peningkatan pendapatan dari tahun ke tahun, bank BRI juga hampir selalu mengalahkan bank BCA.    Pendapatan bank BRI selalu meningkat, tidak pernah turun. Pendapatan bank BCA sempat turun di tahun 2010. Dalam hal pendapatan, bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

Laba Operasi

3. Laba operasi

Lalu dalam analisa fundamental juga kita perhatikan laba operasi.  saham Berikut ringkasan laba operasi bank BCA dan bank BRI (dalam trilyun rupiah)

Laba operasi200720082009201020112012
AAAAAQ3A
 BBCA6,37,78,510,413,310,013,3
BBRI7,68,38,614,417,615,620,8
Peningkatan laba operasi
 BBCA 21%11%22%28%0%
BBRI 10%3%68%22%18%

Dari segi nilai rupiah, laba operasi bank BRI selalu mengalahkan bank BCA.  Pendapat kedua bank selalu meningkat dari tahun ke tahun, kecuali ditahun 2012 bank BCA menunjukkan laba operasi yang stagnan.  Dalam hal laba operasi bank BRI juga mengalahkan bank BCA.

ROE

4. ROE – Return On Equity  (laba dibandingkan modal)

Dalam analisa fundamental saham, ROE sama penting nya dengan EPS. Kita harus tahu apakah laba yang diperoleh cukup signifikan dibanding modal perusahaan. Perusahaan bermodal 10 juta yang menghasilkan laba bersih 20 juta setahun memiliki ROE 200% (dua ratus persen). Sedangkan perusahaan (misal bank kecil ) bermodal 5 trilyun cuma memperoleh laba 50 milyar dalam setahun berarti hanya memiliki ROE 1 % (satu persen).

ROE didapat dengan membagi laba bersih dengan equity (ekuitas) atau modal.  Berikut ringkasannya (laba bersih dan equity dalam trilyun rupiah).

 200720082009201020112012
AAAAAQ3A
BBCA
 Laba bersih4,55,86,88,510,88,210,9
Equity20,423,327,934,142,049,249,2
ROE22%25%24%25%26%22%
BBRI
 Laba bersih       4,8       6,0       7,3    11,5    15,3    3,5   18,0
Equity    19,4    22,4    27,3    36,7    49,8    9,6    9,6
ROE25%27%27%31%31%30%

Kedua bank memiliki ROE yang bagus, berhasil membukukan laba bersih dengan ROE diatas 20%.  Tapi, tetap saja bank BRI memiliki pencapaian yang lebih baik dari bank BCA.  Bank BRI masih mengalahkan bank BCA dari segi ROE.

DER

5. DER – Dept to Equity Ratio (rasio hutang terhadap modal)

Yang juga tidak boleh dilupakan dalam analisa fundamental saham adalah kondisi hutang perusahaan. Perusahaan yang terlalu banyak hutang akan mengeluarkan terlalu banyak biaya bunga. Ini membawa kondisi perusahaan keambang kebangkrutan.

Dalam industri bank, tabungan nasabah merupakan hutang bagi bank. Makin besar hutangnya mengindikasikan makin banyak simpanan nasabah di bank tersebut. Berikut ringkasannya (hutang dan equity dalam trilyun rupiah)

 200720082009201020112012
AAAAAQ3
BBCA
 Hutang197,6222,6254,5290,3339,2377,0
Equity20,423,327,934,142,049,2
DER9,669,569,148,518,077,66
BBRI
 Hutang  184,3  223,7  289,7  367,6  420,1  409,4
Equity    19,4    22,4    27,3    36,7    49,8    59,6
DER    9,48  10,01  10,63  10,02    8,43    6,87

Jumlah hutang bank BRI mulai lebih tinggi dari bank BCA sejak tahun 2008.   Ini mengindikasikan dana kelolaan nasabah di bank BRI makin banyak dibandingkan bank BCA.  Dalam konteks ini (pengelolaan dana nasabah) bank BRI mulai mengalahkan bank BCA.

Secara keseluruhan ( berdasarkan analisa huruf C & A dalam CAN SLIM ), kinerja bank BCA versus bank BRI dimenangkan oleh bank BRI.

Contoh analisa fundamental saham lainnya dapat dilihat dihalaman Analisis Saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.