CSR – Program Konservasi Keanekaragaman Hayati

CSR (Coorporate Social Responsibility)

CSR – PT Astra Agro Lestari Tbk

Program Konservasi Keanekaragaman Hayati

 CSR (Coorporate Social Responsibility) yang dilaksanakan oleh PT Astra Agro Lestari Tbk. dibidang pengelolaan lingkungan hidup.

Pada dasarnya dalam setiap pemanfaatan sumber daya alam haruslah memperhatikan konsep pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Ini sangat sejalan dengan upaya Perusahaan untuk tetap mempertahankan dan melestarikan daya dukung lingkungan melalui program konservasi keanekaragaman hayati. Misi Perseroan dalam melakukan kegiatan konservasi ini adalah pengembangan model pengelolaan areal konservasi dan keanekaragaman hayati dalam bentang alam (landscape) perkebunan kelapa sawit.

Pengelolaan keanekaragaman hayati yang ditumbuh-kembangkan oleh Perusahaan selaras dengan kebijakan pemerintah. Mengacu kepada undang-undang No 5 tahun 1990, tentang pengelolaan sumberdaya hayati dan ekosistemnya, maka pengelolaan keanekaragaman hayati di areal konservasi dalam hak guna usaha (HGU) Perusahaan mencakup tiga pilar yaitu (1) perlindungan, (2) pengawetan dan (3) pemanfaatan secara lestari.

Terdapat lima tahapan yang dikembangkan oleh Perusahaan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, yaitu

  1. Identifikasi status keanekaragaman hayati (biodiversity statts) termasuk kekayaan jenis, kelimpahan, distribusi spesies, struktur vegetasi, dan kondisi landscape secara keseluruhan,
  2. Perencanan tata ruang untuk areal konservasi (spatial planning),
  3. Pengembangan perangkat dan infrastruktur (tools and infrastructures development) untuk implementasi program pengelolaan keanekaragaman hayati,
  4. Pengelolaan spesies dan habitat (identifikasi spesies yang harus ditingkatkan populasinya, spesies yang perlu dipantau, spesies yang harus dikendalikan) dan
  5. Pendidikan konservasi dan partisipasi masyarakat sekitar dalam membantu konservasi habitat (Community education & involvement).

Dalam implementasinya, program konservasi keanekaragaman hayati dilakukan secara bertahap. Saat ini terdapat lima perkebunan sebagai model pengelolaan areal konservasi, yaitu PT Agro Menara Rachmat, PT Sukses Tani Nusasubur, PT Karyanusa Ekadaya, PT Pasangkayu dan PT Letawa. Kelima wilayah tersebut memiliki keunikan baik dari kekayaan spesies maupun tipe ekosistemnya. Beberapa spesies penting yang masuk katagori threatened dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nattre) seperti Bekantan (Nasalis Larvatts), Beruk (Macaca Nemestrina), Kakatua Jambul Kuning (Cacatta Stlphtrea), Storm (Ciconia Stormi), Blangiran (Shorea Balangeran), Ulin (Etsideroxylon Zwageri) dan Kruing Gajah (Dipterocarpts Cornttts) teridentifikasi ada di areal konservasi perkebunan tersebut. Ekosistem langka seperti ekosistem karst ditemukan dan masih terjaga lestari di wilayah PT Sukses Tani Nusasubur, PT Letawa dan PT Pasangkayu. Berdasarkan hasil penelitian, enam spesies dari delapan spesies burung golongan Rangkong (Hornbill) yang pernah ditemukan di Kalimantan, teridentifikasi hidup di areal konservasi PT Sukses Tani Nusasubur.

Upaya serius yang dilakukan oleh Perusahaan untuk tetap mempertahankan dan melestarikan areal-areal konservasi, merupakan bentuk kepedulian Perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan perlindungan bagi spesies¬spesies yang terancam punah.

Sumber : Annual Report PT Astra Agro Lestari Tbk tahun 2011

CSR – PT Astra Agro Lestari Tbk

CSR (Coorporate Social Responsibility)