CSR – Telkom (Telekomunikasi Indonesia Tbk)

CSR (Coorporate Social Responsibility)

CSR – Telkom (Telekomunikasi Indonesia Tbk)

Sebagai salah satu BUMN, Telkom berkewajiban melaksanakan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (“PKBL”), yang pada hakekatnya mempunyai tujuan serupa dengan CSR. Dalam pelaksanaannya, bentuk-bentuk kegiatan dalam PKBL mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No.PER-05/MBU/27 April 2007 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Sumber pembiayaan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan PKBL berasal dari penyisihan laba Perusahaan bagian pemerintah.  Penggunaan dana kegiatan PKBL untuk tahun 2011 berjumlah Rp302,7 miliar. Untuk tahun 2011, pembiayaan pelaksanaan program tanggung jawab sosial Perusahaan sebagaimana diamanatkan oleh pasal 74 UU No.40 Tahun 2007 berasal dari anggaran Perusahaan sebesar Rp32 miliar.

Dana PKBL digunakan untuk kegiatan Program Kemitraan yang meliputi penyaluran pinjaman bergulir dan kegiatan lain untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan bina lingkungan atau pengembangan masyarakat meliputi bantuan penyediaan sarana dan prasarana, bantuan bencana alam dan bantuan lain untuk masyarakat. Sama halnya dengan bina lingkungan, dana CSR digunakan untuk membiayai kegiatan pembangunan sarana dan prasarana serta bantuan lainnya untuk masyarakat dan program pelestarian lingkungan hidup.

Secara keseluruhan, kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2011, mencakup program pelestarian lingkungan terutama yang terkait dengan inisiatif mitigasi emisi karbon (“CO2”), program kemitraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan sarana dan prasarana untuk masyarakat, dan program bantuan bencana alam dan bantuan masyarakat.

A. Program Pelestarian Lingkungan

Komitmen Kami untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dilaksanakan melalui berbagai program, baik di lingkungan internal maupun di lingkungan masyarakat. Dampak lingkungan yang timbul akibat operasional Perusahaan harus ditekan serendah mungkin dan Kami bertanggung jawab atas dampak tersebut. Oleh sebab itu, praktik ramah lingkungan harus dilaksanakan di setiap kegiatan operasi Perusahaan.  Hal ini dijalankan bukan saja dalam rangka mentaati ketentuan dan peraturan perundang-undangan, tetapi lebih jauh dari itu, untuk mengikuti etika, norma, dan standar yang berlaku secara universal terutama dalam mengatasi perubahan iklim.

Dalam kaitan ini, Kami berupaya untuk melakukan berbagai program, meliputi; efisiensi energi, pemakaian energi terbarukan, pengelolaan limbah, pengelolaan dan daur ulang air, serta penyuluhan dan pelestarian lingkungan bersama masyarakat. Sebagai penyedia layanan telekomunikasi, dampak langsung kegiatan operasional Telkom terhadap lingkungan relatif sangat minim dibandingkan dengan industri lainnya dalam bidang eksploitasi sumber daya alam. Namun demikian, Kami menyadari bahwa dalam konteks pemanasan global, dampak lingkungan akibat operasional Telkom tidak dapat dihindari. Sebagai contoh, pemakaian listrik dari sumber energi tak terbarukan, pemakaian BBM untuk kendaraan, perjalanan dinas dan pemakaian kertas menimbulkan emisi karbon (CO2), penyebab pemanasan global. Terkait dengan itu, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, Kami memiliki komitmen yang tinggi untuk ikut serta mengatasi perubahan iklim melalui berbagai program ramah lingkungan.

Dalam hal keanekaragaman hayati, meskipun kegiatan operasional Kami tidak berdampak signifikan, Kami tetap berhati-hati dan menghindari pemasangan tower di kawasan hutan agar tidak mengganggu spesies yang dilindungi, terutama yang tercatat dalam International Union for Conservation of Nature (“IUCN”) Red List.

Dampak lingkungan lainnya akibat kegiatan operasional Telkom yang relatif tidak signifikan adalah dalam hal limbah berbahaya. Namun, hal ini tetap Kami kelola secara ramah lingkungan. Limbah, seperti baterai bekas dan pelumas dari genset, ditangani dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

A.1 Upaya Mitigasi Emisi Karbon

Tanggung jawab lingkungan terkait dengan emisi karbon (CO2) akibat operasional Telkom, terutama pemakaian listrik konvensional dan penggunaan BBM, telah menjadi perhatian Kami. Walaupun secara spesifik Kami belum menghitung carbon footprint Telkom, namun berbagai langkah strategis dalam upaya mitigasi emisi karbon telah dilaksanakan sejak tahun 2009 dan berlanjut sampai tahun 2011.

Telkom juga terus mendukung pengembangan dan sosialisasi teknologi yang inovatif dan praktis yang bukan saja ramah lingkungan, namun juga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

A.2 Efisiensi Energi Gedung Perkantoran

A.3 Efisiensi Energi BTS

A.4 Pemakaian Energi Terbarukan

A.5 Konsep Kantor Tanpa Kertas

A.6 Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (“B3”)

A.7  Pengelolaan dan Pemakaian Air Daur Ulang

A.8 Gerakan Bersepeda ke Kantor (Bike to Work)

Dalam rangka hidup sehat dan sekaligus memitigasi emisi karbon, Perusahaan menghimbau karyawan untuk bersepeda ke kantor setiap hari Jumat. Himbauan ini dikeluarkan pada tahun 2009 dan pelaksanaannya direspon dengan baik oleh sebagian besar karyawan hingga tahun 2011. Kami mengharapkan hal ini akan menjadi kebiasaan yang merupakan bagian dari gerakan nasional ”Bike to Work” dan membudaya di kalangan karyawan.

A.9 Bantuan Pelestarian Lingkungan Hidup

Telkom secara proaktif membina budaya tanggung jawab lingkungan tidak saja terhadap karyawan tetapi juga meliputi masyarakat pada umumnya. Hal ini penting dilakukan dalam rangka mengurangi dampak lingkungan atas kegiatan manusia pada umumnya,  disamping untuk mendukung program nasional dalam mengatasi perubahan iklim.

Sebagai sebuah Perusahaan yang dikelola secara profesional, Telkom juga menunjukkan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan hidup dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam kegiatan pelestarian atau rehabilitasi lingkungan hidup melalui Program Bina Lingkungan.

A.10 Sejuta Pohon untuk Indonesia (One Billion Indonesia Trees – “OBIT”)

Sebagaimana tertuang dalam komitmen Manajemen pada tanggal 23 Desember 2011 yang lalu, yang menyatakan bahwa Telkom sebagai BUMN mendukung penuh Program OBIT sebagai bentuk komitmen Pemerintah dalam menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 26% pada tahun 2020 mendatang yang dipertegas oleh Kementerian BUMN untuk membangun dan mengembangkan 2 juta hektar hutan rakyat di Pulau Jawa hingga 2014.

Pada tahun 2011, Telkom berhasil melakukan penanaman sebanyak 174.039 pohon dari rencana penanaman sebanyak 172.000 pohon atau pencapaian 101%, setelah sebelumnya pada posisi Juni 2011 telah direalisasi penanaman 58.700 pohon. Total 28 varietas jenis pohon yang ditanam.

B Program Kemitraan & Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Berbagai kegiatan yang dijalankan dalam program kemitraan ditujukan untuk memicu pertumbuhan dan perkembangan potensi ekonomi masyarakat. Adapun sasaran dari pelaksanaan program ini adalah kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat, baik yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan bisnis utama Telkom.

Kami berharap berbagai kegiatan yang dilaksanakan dapat semakin memberdayakan seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan mereka mampu mandiri dan pada akhirnya akan membantu program pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan di seluruh Indonesia.

Ada dua bentuk kegiatan utama yang diselenggarakan selama tahun 2011: 1. Pelatihan kewirausahaan dan pemberian dana pinjaman bergulir kepada wirausahaan binaan dalam skema program kemitraan. 2. Program kreatifitas dalam skema pengembangan masyarakat.

B.1 Program Kemitraan

B.2 Program Kreativitas

Program ini hakikatnya bertujuan untuk menggali kreativitas masyarakat dan mengembangkan potensi ekonomi dari kegiatan yang berbasis pada teknologi TIME. Berbagai kegiatan yang telah dijalankan selama tahun 2011 tersaji dalam uraian berikut.

B.3 Komunitas Digital Indonesia (Indigo)

Indigo atau Indonesia Community Digital adalah program untuk menumbuhkan kreativitas digital melalui kerjasama dengan berbagai komunitas. Prakarsa strategis Indigo diluncurkan tahun 2007, untuk memfasilitasi komunitas kreatif Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital dan membangun industri yang akan ikut berkontribusi pada ekonomi nasional. Pengembangan industri kreatif yang melibatkan komunitas adalah bagian dari strategi jangka panjang Kami untuk membangun dan mendinamiskan industri komunikasi digital infrastruktur, layanan, aplikasi, dan konten. Melalui program Indigo, Kami ingin memposisikan diri sebagai penyedia sarana dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan para pelaku industri kreatif sehingga secara bersama-sama menumbuhkan pasar bagi karya kreatif digital di Indonesia.

B.4 Indigo Digital Music Awards

Indigo Digital Music Awards merupakan kegiatan tahunan yang ditujukan sebagai apresiasi bagi industri musik digital anak negeri, yang dinilai berhasil dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Melalui kegiatan ini, Telkom Group ingin menunjukkan kepedulian dalam mengapresiasi karya anak negeri, dengan memperhatikan intellectual property right (IPR) atau hak kekayaan intelektual, yang dalam media digital dilindungi oleh digital right mechanism (DRM). Indigo Digital Music Awards diberikan kepada para individu di industri musik Indonesia, yang berperan dalam menggerakkan bisnis digital dalam negeri. Penjurian dilakukan dengan melihat apresiasi masyarakat melalui penggunaan ring back tone (RBT) dan full track download, kualitas karya musik, serta popularitas airplay di media televisi maupun radio.

B.5 Indigo Fellowship 2011

C Pembangunan Sarana & Prasarana untuk Masyarakat

Program ini dijalankan melalui partisipasi aktif pembangunan sarana dan prasarana maupun program sosial kemasyarakatan lain. Tujuan pelaksanaan program adalah membangun hubungan harmonis dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata untuk lingkungan masyarakat yang sejahtera. Pelaksanaan program mengacu pada Peraturan Menteri Negara BUMN dan inisiatif Telkom dalam rangka mengembangkan kehidupan masyarakat (community development). Ada empat program prioritas yang dijalankan, yakni pendidikan, layanan umum, kebudayaan dan peradaban, serta kesehatan dan lingkungan.

C.1 Pendidikan

C.2 Layanan Umum

C.3 Kebudayaan dan Peradaban

C.4 Kesehatan dan Lingkungan

Pada tahun 2011, dalam rangka pelaksanaan Program Bina Lingkungan, Kami menyalurkan bantuan kesehatan masyarakat sebesar Rp4,7 miliar, bantuan tersebut digunakan untuk 178 kegiatan, antara lain khitanan massal, operasi katarak, partisipasi dalam kegiatan peduli thalassemia, penyelenggaraan posyandu dan partisipasi dalam kegiatan donor darah.

D Program Bantuan Bencana Alam & Bantuan Masyarakat

Sumber : Annual Report PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tahun 2011

CSR (Coorporate Social Responsibility)