Siklus kehidupan industri perusahaan

Edukasi

Banyak pengamat yang percaya bahwa industri menempuh siklus kehidupan. Siklus kehidupan industri perusahaan yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.

Siklus kehidupan industri

Siklus kehidupan industri tersebut dapat digambarkan dengan grafik berikut :

Siklus Kehidupan Industri

Siklus Kehidupan Industri

1. Tahap perkenalan

Pada tahap perkenalan, pertumbuhan penjualan mungkin sangat tinggi apabila pasar menaggapi dengan positif produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Meskipun demikian, kemungkinan produk yang ditawarkan tidak laku juga sangat besar. Dengan kata lain resiko pada tahap ini masih sangat tinggi, perusahaan belum mempunyai catatan usaha ( track record ) sehingga kalaupun akan melakukan go public, bursa yang dipilih mungkin adalah bursa paralel ( bursa yang dirancang untuk perusahaan-perusahaan muda, relatif kecil, dan mungkin perusahaannya masih rugi ). Perusahaan mungkin masih rugi, dan untuk membiayai ekspansinya akan memerlukan dana eksternal. Perusahaan modal ventura mungkin memilih perusahaan dalam tahap ini sebagai perusahaan pasangan usahanya.

Karena umumnya perusahaan baru go public setelah melewati tahap perkenalan, maka dalam analisis industri umumnya dikelompokkan  menjadi tiga tahap yaitu (1) tahap pertumbuhan, (2) tahap kedewasaan, (3) tahap penurunan.

2. Tahap pertumbuhan

Tahap pertumbuhan ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang masih relatif tinggi, meskipun resiko sudah tidak setinggi pada tahap perkenalan. Paling tidak sudah terbukti bahwa produk yang ditawarkan diterima oleh pasar.

Karena tingginya pertumbuhan penjualan, laba yang diperoleh mungkin tidak cukup untuk membiayai ekspansi yang diperlukan. Dengan demikian mungkin sekali perusahaan dalam tahap ini akan mempunyai dividend payout ratio yang rendah, dan memerlukan pendanaan eksternal untuk membiayai ekspansinya.

3. Tahap kedewasaan

Pada tahap ini, pertumbuhan penjualan masih terjadi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih rendah daripada tahap pertumbuhan. Karena produksi sudah dalam jumlah yang cukup besar untuk memenuhi permintaan pasar, umumnya laba yang diperoleh cukup untuk membiayai pertumbuhan usaha. Dengan kata lain, internal financing cukup untuk mendukung penjualan, dan karenanya proporsi laba yang dibagikan sebagai dividen ( dividend payout ratio ), lebih besar dari pada tahap pertumbuhan.

4. Tahap penurunan

Pada tahap ini permintaan akan produk tersebut sudah mengalami penurunan, sehingga pertumbuhan penjualan menjadi negatif. Apabila tidak dapat ditemukan penggunaan lain dari produk tersebut, sehingga permintaan dapat didorong kembali, strategi yang dipergunakan oleh perusahaan yang menghasilkan produk ini adalah dengan melakukan diversifikasi ke produk lain.