Perkembangan Bursa Efek Indonesia 1994 – 2009

Perkembangan Bursa Efek Indonesia 1994 – 2009

Setelah terhenti sejak tahun 1956, Bursa Efek Jakarta diaktifkan kembali pada tanggal 10 Agustus 1977. Pada saat itu, Bursa Efek Jakarta dikelola oleh BAPEPAM atau Badan Pelaksana Pasar Modal ( sekarang Badan Pengawas Pasar Modal ), suatu badan yang bernaung di bawah Departemen Keuangan. Hingga tahun 1987, perkembangan Bursa Efek Jakarta bisa dikatakan sangat lambat, dengan hanya 24 emiten yang tercatat dan rata-rata nilai transaksi harian kurang dari Rp100 juta. Perkembangan Bursa Efek Indonesia yang lambat tersebut berakhir pada tahun berikutnya ketika pemerintah mengeluarkan deregulasi di bidang Perbankan dan pasar modal melalui Pakto 1988.

Dengan pertumbuhan yang pesat dan dinamis, bursa efek perlu ditangani secara lebih serius. Untuk menjaga objektifi tas dan mencegah kemungkinan adanya confl ict of interest fungsi pembinaan dan operasional bursa harus dipisahkan dan dikembangkan dengan pendekatan yang lebih profesional. Akhirnya pemerintah memutuskan sudah tiba waktunya untuk melakukan swastanisasi bursa. Sehingga akhir tahun 1991 didirikan PT Bursa Efek Jakarta dan diresmikan oleh Menteri Keuangan pada tanggal 13 Juli 1992.

Perkembangan bursa efek Indonesia pada tahun-tahun berikutnya menjadi semakin cepat, terutama sejak dilakukan sistim otomasi perdagangan pada tanggal 25 Mei 1995. Semua indikator perdagangan seperti nilai, volume dan frekuensi transaksi menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Pada tahun 2008, rata-rata nilai transaksi telah mencapai angka di atas Rp4,4 triliun per hari. Meskipun pada tahun 2009 terjadi krisis keuangan di Amerika Serikat yang mempengaruhi semua bursa di dunia tidak terkecuali Indonesia, akan tetapi rata-rata nilai transaksi perhari masih di atas angka Rp4 triliun. Angka-angka tersebut meningkat luar biasa jika dibandingkan dengan awal-awal swastanisasi bursa efek atau sebelum diberlakukan otomasi perdagangan. Pada tahun 1994, ratarata nilai transaksi hanya sebesar Rp104 miliar per hari. Hal ini berarti dalam kurun waktu 15 tahun rata-rata nilai transaksi harian telah meningkat sebesar lebih kurang 4.000%.

Seiring dengan perkembangan pasar dan tuntutan untuk lebih meningkatkan efi siensi serta daya saing di kawasan regional, maka efektif tanggal 3 Desember 2007 secara resmi PT Bursa Efek Jakarta digabung dengan PT Bursa Efek Surabaya dan berganti nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia.

Perkembangan Bursa Efek Indonesia 1994-2009. Tahun Rata-rata Transaksi Harian Indeks Harga Saham Gabungan Kapitalisasi Pasar (Rp Triliun) Jumlah Emiten Volume (Juta) Nilai (Rp Miliar) Frek. (Ribu X) Tertinggi Terendah Akhir 1994 21,6 104,0 1,5 612,888 447,040 469,640 104 217 1995 43,3 131,5 2,5 519,175 414,209 513,847 152 238 1996 118,6 304,1 7,1 637,432 512,478 637,432 215 253 1997 311,4 489,4 12,1 740,833 339,536 401,712 160 282 1998 366.9 403.6 14.2 554,107 256,834 398,038 176 288 1999 722.6 598.7 18.4 716,460 372,318 676,919 452 277 2000 562.9 513.7 19.2 703,483 404,115 416,321 260 287 2001 603.2 396.4 14.7 470.229 342.858 392.036 239 316 2002 698.8 492.9 12.6 551.607 337.475 424.945 268 331 2003 967.1 518.3 12.2 693.033 379.351 691.895 460 333 2004 1,708.6 1,024.9 15.5 1,004.430 668.477 1,000.233 680 331 2005 1,653.8 1,670.8 16.5 1,192.203 994.770 1,162.635 801 336 2006 1,805.5 1,841.8 19.9 1,805.523 1,171.709 1,805.523 1,249 344 2007 4,225.8 4,268.9 48.2 2,810.962 1,678.044 2,745.826 1,988 383 2008 3,282.7 4,435.5 55.9 2,830.263 1,111.390 1,355.408 1,076 396 2009 6,089.9 4,046.2 87.0 2,534.356 1,256.109 2,534.356 2,019 398

Perkembangan Bursa Efek Indonesia 1994-2009

Selain aktivitas transaksi yang meningkat, dalam kurun waktu yang sama, Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menunjukkan kenaikan yang luar biasa. Pada akhir tahun 1994, IHSG masih berada pada level 469,640. Meskipun sempat mengalami penurunan pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1997, akan tetapi pada era tahun 2000-an IHSG mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada tanggal 9 Januari 2008, IHSG mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia yaitu ditutup pada level 2.830,263 atau meningkat sebesar 502,65% dibandingkan penutupan tahun 1994.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan, kebutuhan untuk memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai perkembangan bursa, juga semakin meningkat. Salah satu informasi yang diperlukan tersebut adalah indeks harga saham sebagai cerminan dari pergerakan harga saham. Sekarang ini PT Bursa Efek Indonesia memiliki 11 jenis indeks harga saham yang secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik, sebagai salah satu pedoman bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal.